India Borong jet tempur Sukhoi T-50 (PAK FA) dan 200 helikopter Kamov 226T Plus TOT

Setelah lama menunda hampir satu tahun, kini India dan Rusia telah maju untuk menghidupkan kembali pembicaraan  Pesawat tempur Generasi Kelima  (FGFA) yang telah banyak tertunda, bahkan dalam pembicaraan terbaru juga membahass biaya untuk produksi bersama 200 helikopter Kamov 226T yang  telah dimulai.


Delegasi tiingkat tinggi di kota Rusia mengadakan pertemuan untuk membahas kedua proyek besar tersebut, kata sumber-sumber pertahanan tingkat tinggi.


"Kami udah memperoleh izin untuk memulai kembali perundingan. Oleh karenanya, tim Rusia telah berada di sini untuk negosiasi biaya mulai kemarin," kata sumber.


India telah menganggarkan dana sekitar $ 290.000.000 ke proyek ambisius India tersebut tetapi mengalami penundaan karena IAF memiliki beberapa masalah.



India Borong jet tempur Sukhoi T-50 (PAK FA) dan 200 helikopter Kamov 226T Plus TOT



Rusia telah melakukan trobosan dengan mmembuat tawaran baru untuk pengiriman jet tempur Sukhoi T-50 (PAK FA) ke India di bawah inisiatif FGFA bersama.


Dengan tawaran baru tersebut, India harus membayar $ 3,7 milyar bukannya $ 6 miliar, untuk Transfer Teknologi dan tiga prototipe pejuang PAK FA.


Pada tahun 2010, India telah sepakat untuk membayar $ 295.000.000 terhadap desain awal dari pesawat tempur Sukhoi T-50 (PAK FA).


Kode nama proyek di India adalah Perspektif Multi-peran Fighter (PMF).


Delegasi Rusia juga akan mengadakan pembicaraan dengan perusahaan penerbangan Hindustan Aeronautics Limited untuk memproduksi 200 Kamov 226T helikopter ringan untuk menggantikan armada yang sudah tua dari Cheetah dan Chetak, diperkirakan kesepakatan itu bernilai $ 1 miliar melalui program ambisius India 'Make In India.

Meskipun pesanan awal hanya untuk 200 helikopter, kemungkinan untuk ditingkatkan di kemudian hari.
iklan