Pesawat Tempur Termahal F-35 Rentan Akan Serangan Cyber

Pemeliharaan sistem logistik digital Lockheed Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter bisa menjadi rentan terhadap serangan cyber, pengembangan perangkat lunak pesawat tempur siluman menjadi akan sasaran empuk serangan cyber, adapun hal ini diketahi dari peringatan yang dilontarkan oleh kepala uji operasional Pentagon pada sebuah bocoran memo 11 Desember.





F-35's Autonomic Logistics Information System (ALIS) "terus berjuang dalam pembangunan dengan ... arsitektur kompleks dengan kemungkinan kekurangan tetapi sebagian besar belum teruji dengan cyber ," tulis Michael Gilmore, Direktur Departemen Pertahanan (DoD) uji operasional dan evaluasi (DOT & E), menurut sebagian dari dokumen dilihat oleh IHS Jane.

Tonton Youtube di chanel Militer Youtube :




F-35 Joint Program Office Pentagon (JPO) mengakui kebutuhan untuk pengujian keamanan cyber yang lebih kuat dari ALIS. "Kantor Program Joint benar-benar setuju dengan DOT & E yang pengujian kerentanan cyber yang kuat sangat penting," kata juru bicara JPO Joe DellaVedova melalui email pada tanggal 25 Januari. Dia menambahkan bahwa program tersebut telah dilakukan lebih dari 2.000 tes cyber di seluruh spektrum, termasuk kendaraan udara, sistem pelatihan, software misi, laboratorium pemrograman ulang, dan sistem dukungan logistik. Pada 2015 saja, program ini dilakukan sekitar 300 tes tersebut.


Gilmore juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi untuk ppenundaan pengembangan perangkat lunak pesawat tempur. DellaVedova mengakui bahwa ada sekitar empat bulan "potensi risiko" dalam jadwal pengujian perangkat lunak Blok 3F.


Pengujian terhadap kemampuan pesawat siluman ini untuk bertahan dari serangan Cyber terus dilakukan denganTujuannya adalah untuk memberikan kemampuan penuh Blok 3F. Kemampuan dari sebuah pesawat siluman untuk bertahan dari serangan cyber menjadi sangat penting.
iklan