Mengapa Kapal Induk Indonesia Dan Pakistan Hanya Sebuah Mimpi

Mengapa Kapal Induk Indonesia Dan Pakistan Hanya Sebuah Mimpi - Apa itu Kapal Induk atau Aircraft Carrier? Sebuah kapal induk adalah kapal perang tercanggih yang berfungsi sebagai pangkalan udara yang berlayar di laut, dilengkapi dengan full-length dek penerbangan dan fasilitas untuk membawa, mempersenjatai, menyebarkan, dan memulihkan pesawat. Hal ini memungkinkan sebuah kekuatan angkatan laut yang memiliki kapal induk untuk melakukan serangan udara di seluruh dunia tanpa bergantung pada basis darat.  

Untuk Membangun Kapal induk sangat mahal karena akan menjadi aset yang sangat penting.Kapal Induk Indonesia sangat rentan akan serangan rudal dan berbagai jenis senjata lainnya karena ukurannya yang besar makanya kapal induk selalu dikawal oleh berbagai peralatan tempur permukaan dan kapal selam seperti kapal canggih Destroyers, kapal Cruisers, kapal frigat dan kapal pasokan yang berfungsi untuk 
melindunginya dari segala ancaman. Kombinasi formasi dari kapal perang tersebut bergerak bersama dengan sebuah kapal induk di laut terbuka.

 
Terlepas dari ukuran, kapal induk itu sendiri memiliki fungsi pokok sebagai rumah atau markas untuk berbagai pesawat termasuk pesawat tempur dengan kemapuan take off pendek, dengan ruang untuk meluncurkan, menyimpan, dan memelihara mereka. Ruang khsusus juga diperlukan untuk tempat tinggal para kru, persediaan (bagian makanan, amunisi, bahan bakar, rekayasa), dan propulsi.
Mengapa Kapal Induk Indonesia Dan Pakistan Hanya Sebuah Mimpi
Mengapa Kapal Induk Indonesia Dan Pakistan Hanya Sebuah Mimpi
Sekarang mari kita menganalisa dan memahami mengapa militer Pakistan dan militer Indonesia tidak akan pernah memiliki atau mampu untuk membangun dan mengoperasikan sebuah Kapal Induk (Aircraft Carrier)

 
1. Ekonomi ::

Produk Domestik Bruto Pakistan senilai $ 246 miliar  dan Indonesia 868,3 miliar USD menurut Bank Dunia. Sedangkan Ekonomi India ($ 2200000000000)  dan saat ini sembilan kali lebih besar dari Pakistan dan 3 lebih besar dari Indonesia. Pada tingkat pertumbuhan masing-masing saat ini, dalam waktu sepuluh tahun itu akan menjadi hampir dua puluh kali lebih besar.

Pakistan

Dengan kemiskinan yang masih menjadi masalah dari masing-masing negara dan ini merupakan yang sangat menghebohkan dan utang nasional, ditambah dengan ekstremisme Islam radikal Pakistan merupakan salah satu negara yang paling terbelakang di dunia. Memiliki pemerintah yang gagal yang tidak mampu mengendalikan tentara dan aparat keamanan untuk mencari kelompok teroris seperti Taliban, Al Qaida, Lashkar-e-Toiba dan banyak lagi.

Ekstremisme Islam radikal, serangan teror, pelaku bom bunuh diri dan ekonomi yang lemah bukan satu-satunya ancaman yang dihadapi Pakistan hari ini. Salah satu ancaman utama yang dihadapi negara ini ledakan penduduk yang tidak dapat didukung oleh ekonomi lagi.

Populasi Pakistan saat ini berjumlah 185 juta orang. Ini adalah negara keenam dengan populasi terpadat dan salah satu yang terburuk ekonomi nya di dunia. Tingkat pertumbuhan penduduk di Pakistan saat ini berada pada rata-rata 3,5 anak per perempuan yang berarti bahwa populasi Pakistan akan dua kali lipat dalam 12 sampai 15 tahun ke depan untuk 360-370000000 orang. Pertumbuhan ini mungkin tidak diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang baik dengan berbagai masalah yang dihadapi.  

 Defense Budget ⇒ $7,000,000,000
External Debt  ⇒ $52,430,000,000
Reserves of Foreign Exchange and Gold ⇒ $11,180,000,000
Purchasing Power Parity ⇒ $574,100,000,000

Indonesia
 
Memiliki masalah populasi penduduk yang makin meningkat, walaupun program KB (Keluarga Berencana) telah di sosialisasikan, namun jumlah penduduk Indonesia telah lebih dari 249,9 juta pada tahun 2013. Pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak berimbang dengan pertumbuhan ekonomi akan berdampak bertambahnya pengangguran di Indonesia.

Untuk masalah ekstrimis, Indonesia dianggap mampu untuk mengatasinya dengan mengandalkan data intelijen dan juga sikap sigap dari aparat keamanan Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut.

Masalah terbesar bangsa Indonesia adalah moral pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadi dan juga kelompoknya saja. Bahkan permasalahan yang  jauh lebih besar adalah mereka ramai-ramai melakukan korupsi dan menghamburkan keuangan negara. Hal ini makin memperparah keadaan dalam negeri Indonesia.

 Defense Budget ⇒ $6,900,000,000
External Debt ⇒$223,800,000,000
Reserves of Foreign Exchange and Gold ⇒$83,450,000,000
Purchasing Power Parity ⇒ $1,285,000,000,000

India

India merupakan salah negara berkembang dengan penduduk terbesar di dunia dengan jumlah populasi sebanyak 1,252 miliar (2013). Namun pertumbuhan jumlah penduduk ini diikuti oleh perkembangan ekonomi yang begitu cepat.

Pemerintah India melalui program nya "made In India" berhasil menciptakan berbagai karya dalam negeri dan terbukti membankitkan pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan berbagai lowongan kerja.

Ekonomi negara India adalah termasuk ekonomi terbesar ke 9 (sembilan)  di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) nominal dan juga yang terbesar ketiga berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja. India juga tercatat sebagai anggota G-20 serta juga anggota BRICS. Berbagai inovasi dari industri dalam negeri menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi India. Pemerintah India sangat mendukung produk dalam negerinya hal ini dibuktikan dengan moto " Made In India".

 Defense Budget⇒$38,000,000,000
External Debt⇒$412,200,000,000
Reserves of Foreign Exchange and Gold⇒$295,000,000,000
Purchasing Power Parity⇒$4,990,000,000,000

Biaya Pembuatan Kapal Induk

Biaya konstruksi merancang & mengembangkan kapal Induk dengan berat 44.500 ton akan mendekati $ 6 miliar.Yang mampu menampung sekitar 24 jet tempur , untuk operator jet tempur akan dikenakan biaya tambahan $ 4 miliar sehingga total $ 10 miliar hanya untuk membangun carrier dan membeli jet tempur. Total anggaran pertahanan militer Pakistan dan anggaran pertahanan militer Indonesia  pada tahun 2015-16 sendiri adalah $ 7 miliar dan $ 6,9  miliar. Dengan demikian kedua negara tidak akan mampu membangun satu kapal induk komplit karena biaya pertahanan militernya lebih  rendah daripada biaya sebuah kapal induk.  

Jika kedua negara memaksakan untuk membeli atau membangun kapal induk dengan anggaran pertahanan yang sangat lemah, maka akan dapat dipastikan kedua negara tidak akan mampu untuk membuat kapal induk secara sempurna. Hal ini juga karena perubahana biaya setiap tahun yang menuntut untuk pengeluaran lebih dan juga karena merosotnya nilai tukar mata uang kedua negara.

Bukan mustahil kedua negara untuk membangun sebuah kapal induk, namun mereka harus rela akan kehilangan banyak alutsista lainnya karena seluruh anggaran pertahanan dipaksakan untuk membangun sebuah kapal induk.

2. Keahlian Teknis & Infrastruktur Fisik ::

Bila dibandingkan dengan Pakistan, militer Indonesia mungkin akan lebih berpeluang untuk memiliki kapal induk diwaktu yang akan datang yang tidak diketahui kapan itu akan terealisasi. Hal ini karena Indonesia memiliki teknisi dan infrastruktur untuk membangun kapal besar, seperti yang telah di lakukan PT. PAL yang telah berhasil menciptakan 2 LPD. Militer Indonesia telah mengoperasikan 4 LPD 125 M, yang mana 2 kapal di bangun di Indoensia dan 2 kapal dibangun di Korea Selatan.

Sedangkan Pakistan hampir tidak ada keterampilan teknis untuk merancang dan mengembangkan kapal perang, negara ini benar-benar tergantung pada bantuan asing, terutama China untuk memperluas Angkatan Laut-nya. Karachi Shipyard dari Pakistan adalah satu-satunya galangan kapal yang pernah membangun kapal perang di Pakistan tetapi dengan bantuan asing.
Mengapa Kapal Induk Indonesia Dan Pakistan Hanya Sebuah Mimpi
Membangun sebuah kapal induk memerlukan tiga hal penting.

A. Memiliki Sebuah Industri logam dan baja  akan mampu menghasilkan baja berkualitas tinggi untuk menahan tekanan ekstrim dari beratnya kapal induk.

B. Memiliki infrastruktur dan ketersediaan tenaga kerja teknis berkualitas seperti insinyur yang dapat merancang dan mengembangkan kapal perang yang sangat kompleks seperti sebuah kapal induk.

C. Memiliki ekonomi yang kuat yang dapat mendukung dan mendanai hingga US $ 10 miliar dalam memperoleh sebuah kapal induk dan lebih banyak dana untuk mengoperasikannya.

Untuk ketiga poin diatas tidak dimiliki oleh Pakistan, dan hanya sedikit dimiliki oleh Indonesia sehingga mereka tidak mampu untuk memenuhi impian mereka. Namun, Indonesia akan dapat membangunya sendiri dengan segala pengalamannya tapi tetap saja masih membutuhkan bantuan asing dan harus mengeluarkan dana besar untuk itu. Karena menguasai teknologi dan desain kapal induk Indonesia tidak lah semudah anda bermimpi saja. 

3. Biaya Operasi ::

Biaya yang dikeluarkan militer India untuk operasi kapal induk adalah sekitar Rs. 11 crores yang kira-kira 1,7 juta dolar. Ini termasuk, bahan bakar, ransum, dan gaji hampir 1500-2000 pelaut on-board carrier. Jika kapal induk itu dioperasikan untuk patroli aktif selama 300 hari dalam setahun maka total biaya operasi dengan membawa kapal perang lain yang mengawal kapal induk  akan menjadi sekitar setengah miliar dolar.
Angkatan Udara Pakistan memiliki dan mengoperasikan hanya jet tempur dengan mesin tunggal untuk satu alasan yang sangat sederhana yaitu BIAYA. Twin jet tempur mesin mengkonsumsi dua kali jumlah bahan bakar dan dua kali lipat waktu yang diperlukan untuk pemeliharaan. India di sisi lain telah mengoperasikan pesawat tempur bermesin ganda Su-30 MKI sebagai andalan nya. Tidak mungkin bagi sebuah negara seperti Pakistan yang bahkan tidak mampu untuk mengoperasikan mesin twin jet tempur, bahkan bermimpi mendirikan kapal Induk. 

Sedangkan Indonesia menggunakan berbagai jenis pesawat tempur termasuk dua mesin Rusia dan satu mesin buatan AS dan juga Korea Selatan. Berita terbaru bahkan Indonesia tengah mengembangkan pesawat tempur generasi 4,5 setengah setara f-22 dan diatas F-16 militer AS bersama Korea selatan. Jika Indonesia dapat mengatasi masalah korupsi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mampu sejajar dengan India. Perlu kita ketahui budaya korupsi telah di turunkan sejak zaman Belanda dan sangat sulit untuk membrantasnya. Tapi bukan tidak mungkin, kita hanya butuh pemimpin yang tegas dan presiden yang memiliki kejeniusan tinggi seperti BJ Habibie yang mampu menekan dolar dari 15.000 menjadi dibawah 6000 dan kemampuannya untuk menciptakan pesawat yang diakui oleh dunia.

Kesimpulan ::

Kapal Induk adalah simbol kebanggaan nasional yang dapat melintasi lautan dengan senjata yang tak tertandingi, mampu melancarkan perang, secara efektif memaksa blokade laut dan mencapai wilaya  udara musuh, permukaan dan keunggulan lainnya.

Dengan induksi konvensional dan kapal selam nuklir baru, kapal perusak siluman seperti INS Kochi dan INS Kolkata, dua kapal induk yang dioperasi dan pembangunan kapal induk tenaga nuklir ketiga, India akan segera mewujudkan impian untuk diakui sebagai angkatan laut yang akan mendominasi Samudera Hindia tahun-tahun mendatang.

Dan dua negara Indonesia dan Pakistan akan sedikit sulit untuk menghadapi militer India atau dengan kata lain akan kesulitan dalam mengejar ketertinggalannya. Saat ini saja belanja pertahanan militer India 38 miliar dibanding Indonesia dan pakistan yang hanya 7 dan 6,9 miliar.
iklan