Rudal Canggih Brahmos Dan Pesawat Tempur Su-30

Rudal Canggih Brahmos Dan Pesawat Tempur Su-30 - Berita Militer Dunia - India akan melakukan tes perdana rudal jelajah supersonik BrahMos dari udara diluncurkan dari pesawat tempur Sukhoi-30  yang telah dimodifikasi  khusus untuk dapat menembakan rudal ini. Pesawat tempur ini akan mengkombinasikan kemampuannya dengan Rudal Tercanggih buatan India pada November mendatang. 

Informasi mengenai uji coba ini di peroleh dari Sudhir Mishra CEO BrahMos Aerospace.
Empat tes penerbangan akan dilakukan selama periode enam bulan sebelum rudal dinyatakan siap untuk penyebaran pada pesawat tempur menuju pertengahan 2016. Rudal yang sebenarnya akan diuji di April 2016 setelah tiga tes dummy.

Rudal Canggih Brahmos Dan Pesawat Tempur Su-30

The Nasik merupakan devisi dari Hindustan Aeronautics Limited telah memodifikasi dua pesawat tempur Su-30 India untuk dapat membawa rudal 2,5 ton, rudal jelajah supersonik tercepat  di dunia. Pesawat kedua diharapkan akan dikirimkan ke BrahMos Aerospace pada akhir bulan September.

Rudal BrahMos, merupakan rudal yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan patungan India-Rusia, India menyediakan kemampuan untuk mencapai target 290km hampir tiga kali kecepatan suara. Rudal varian darat dan angkatan laut 500kg lebih berat dari versi udara sudah dalam pelayanan.

"Rudal itu akan memberikan IAF kemampuan extended range. Tidak ada Angkatan Udara lain yang memiliki seperti rudal jelajah yang kuat dalam persediaan, "kata Mishra. Rudal BrahMos memiliki tiga varian saat ini: Block-I (anti-kapal), Block-II (darat ke darat) dan Blok-III (untuk peperangan gunung).

BrahMos rudal juga diharapkan akan digunakan pada enam kapal selam berteknologi tinggi yang akan dibangun di India dengan biaya Rs 65.000 crore-Project P-75I. Mishra mengatakan joint venture juga menekan pedal gas pada proyek rudal BrahMos NG (generasi berikutnya). Setelah siap, rudal NG, beratnya hanya 1,4 ton, dapat digunakan pada kapal perang kecil dan pesawat tempur berat menengah.

"Kami sedang dalam proses pembekuan desain dan spesifikasi dari BrahMos-NG. Kami juga berbicara dengan pengguna untuk memberikan kita indikasi kebutuhan mereka, "kata Mishra.

BrahMos Aerospace juga mengembangkan rudal pertama hipersonik India. Mampu melakukan perjalanan pada kecepatan 8.575 kmph, rudal bisa siap dalam lima sampai tujuh tahun. BrahMos-II (K) akan mampu menhanrurkan target keras seperti bunker bawah tanah dan fasilitas penyimpanan senjata dengan tujuh kali kecepatan suara (Mach 7). Seperti pertama kali dilaporkan oleh HT pada tanggal 8 Agustus, K diartikan dengan makna Kalam.

Rudal ini juga sempat ditawarkan ke Indonesia, Namun, gayung tidak bersambut. Indonesia lebih memilih rudal buatan China. Pilihan terhadap China karena militer Cina siap berbagi ilmu untuk pembuatan rudal C-705. Indonesia beranggapan bahwa C-705 akan dapat menjadi cikal bakal Rudal buatan Indonesia. Saat ini Rudal buatan Indonesia masih mengalami kesulitan untuk sistem kontrol atau kendali. Sangat sulit untuk menemukan negara yang mau berbagi teknologi sistem kontrol rudal.

Sebenarnya Indonesia sendiri telah mampu menciptakan Roket buatan Indonesia yaitu Rx-402 yang telah diuji cobakan beberapa kali dan hasilnya cukup bagus. Bahkan saat ini lapan telah berupaya untuk menciptakan Roket untuk dapat menerbangkan satelit buatan Indonesia.
iklan