Perkembangan Militer China dan Rusia Bikin AS Gentar

Berita Militer Internasional - WASHINGTON - Pengamat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Bill Gertz mengatakan, beberapa pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan AS mengaku sedikit takut dan khawatir dengan perkembangan militer China dan Rusia. Satu hal yang paling mereka takutkan adalah pengembangan senjata hipersonik yang dilakukan kedua negara tersebut.

"Para pejabat tinggi militer AS mengakui bahwa pengembangan senjata dengan manuver, dan kecepatan hipersonik yang dilakukan Rusia dan Cina menimbulkan ancaman strategis bagi AS, yang saat ini tidak memiliki senjata hipersonik," kata Gertz, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (1/8/2015).

Kekhawatiran mengenai pengembangan senjata hipersonik juga diutarakan oleh perwira tinggi Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal James Kowalski. Dirinya menuturkan, adanya pengembangan senjata jenis ini harus menjadi perhatian penuh dari pemerintah AS. 
 
Perkembangan Militer China dan Rusia Bikin AS Gentar


"Sejak senjata hipersonik belum dikembangan oleh negara manapaun di planet ini, mereka telah melakukan sesuatu yang harusnya menjadi perhatian kita dan mungkin akan menjadi salah satu topik pembahasan dikemudian hari," kata Kowalski.

Sementara itu, Gertz mengungkap salah satu alasan mengapa AS sedikit gentar dengan adanya pengembangan senjata ini, terutama dilakukan oleh China dan AS, adalah karena senjata hipersonik tidak bisa diprediksi. Senjata hipersonik bisa melaju lebih dari 5.000 Km perjam, dengan manuver yang sangat unik, sehingga akan sangat sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara yang ada saat ini.

Rusia sendiri sejauh ini diketahui telah melakukan uji coba terhadap jet tempur hypersonic Yu-71 pada bulan Juni lalu. Selain telah melakukan uji coba Yu-71, Rusia juga disebut sedang mengembangkan rudal hipersonik yang bisa diluncurkan dari kapal perang mereka.

Sedangkan China, diketahui telah melakukan uji coba terhadap hypersonic glider vehicle (HGV) yang dijuki oleh Pentagon sebagai Wu-14. HGV dikabarkan bisa membawa rudal baik yang konvesional dan nuklir, dan disebut bisa menghalau sistem pertahanan rudal AS. Kecepatan HGV diprediksi bisa mencapai Mach 10, atau sekitar 10 ribu Km perjam.sindonews.com
iklan