TNI: Brimob Tidak Mungkin Dilatih Raider

Berita Militer Indonesia - Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengirimkan surat kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk mengikutsertakan personel Brimob dalam progam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pasukan Raider TNI di Pusdiklat Kopassus Batujajar, Bandung. Namun, permintaan itu dinilai tidak dapat dikabulkan.

"Tidak boleh, masak Brimob dilatih raider. Panglima juga tidak akan setuju. Pasukan raider untuk menghadapi perang konvensional, sedangkan Brimob untuk menghadapi kerusahan-kerusuhan massa," ungkap Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya di Jakarta, Minggu (26/7/2015).

Fuad mengaku pihak TNI merasa terkejut atas permintaan Badrodin karena semestinya mantan Kapolda Jawa Timur itu memahami Diklat Pasukan Raider bersifat khusus. Di kalangan TNI, prajurit yang ditunjuk menjalani Diklat Pasukan Raider adalah prajurit yang diproyeksikan untuk mengemban tugas penting berkaitan dengan pertahanan NKRI.



"Permintaan (dari Kapolri) ada. Kaget juga kita (TNI). Raider kan untuk tentara dan bukan tentara biasa pula. Infanteri biasa juga tidak latihan raider. Raider itu satu tingkat komando," tandas Fuad.

Ia pun menuturkan, doktrin pasukan Raider berbeda dari pasukan biasa. Jika doktrin itu ditanamkan ke pasukan Brimob, menyalahi aturan kemiliteran yang ada.

"Doktrin (raider untuk Brimob) tidak boleh. Tidak memungkinkan. Kalau Brimob dilatih raider bisa disalahkan masyarakat kita," kata Fuad.

Sebelumnya, Polri mengirimkan surat bernomor B/3383/VII/2015 kepada TNI. Surat yang dikirimkan pada 15 Juli 2015 itu ditandatangani Kapolri dengan tembusan Kepala Staf Angkata Darat (KSAD), Irwasum Polri beserta jajaran pejabat Polri.

"Bersama ini diajukan dengan hormat kepada Jenderal permohonan mengikutsertakan personel Korbrimob Polri untuk mengikuti Pelatihan Raider T.A 2015 dan Pendidikan Raider T.A 2016 yang dilaksanakan di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Bandung," seperti yang dikutip Liputan6.com dalam surat Kapolri, Jumat 24 Juli 2015.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wuryanto mengamini kebenaran surat tersebut. Ia mengatakan pokok dari surat Kapolri adalah meminta Kopassus memberikan pelatihan pasukan raider.

"Surat itu betul. Surat Kapolri untuk Panglima TNI yang intinya meminta panglima untuk memberikan pelatihan raider kepada Brimob," jelas Wuryanto ketika dihubungi Liputan6.com, pada hari yang sama.

Namun, kata Wuryanto, Gatot belum memberika jawaban atas permintaan Badrodin. "Hinga kini belum ada tanggapan dari Panglima TNI," tutup Wuryanto. (Ali/Bob)
iklan