Militer Indonesia Tidak Adil, TNI AU Minta Dibubarkan

Militer Indonesia Tidak Adil, TNI AU Minta Dibubarkan - Berita Militer - Chappy Hakim selaku Mantan Kepala Staf TNI AU murka karena merasa selama ini negara belum pernah menghargai peran dan Jasa TNI AU. Militer Indonesia negara dengan kesatuan militer yang lengkap, Udara di jaga oleh TNI AU, darat dikendalikan oleh TNI AD dan laut oleh TNI AL. Semua lini pertahanan memiliki tugas masing-masing untuk menjaga kedaulatan negara Indonesia. Semua lini kesatuan militer dipimpin oleh Panglima TNI untuk perang dan dalam masa damai.

Negara Indonesia sudah seharus memiliki perhatian terhadap perkembangan dan kesejahteraan para prajurit yang mengorbankan jiwanya untuk menjaga kesatuan Republik Indonesia. Pemimpin negara tidak boleh pilih kasih terhadap kesatuan yang ada dalam tubuh militer Indonesia, karena semua kesatuan memiliki tugas yang sama dalam menjaga kesatuan negara ini.


Baru-baru ini melalui akun twitternya Chappy Hakim marah yang kemudian mengkritik masalah penggantian pengamanan di Bandara Soekarno Hatta, yang sebelumnya dijaga oleh Paskhas TNI AU dialihkan menjadi Marinir TNI AL. Jika diperhatikan dengan cermat tugas tersebut sangat cocok diberikan kepada Paskhas TNI AU, karena mereka memiliki kualifikasi yang lebih tepat untuk mengamankan bandara.

Selanjutnya adalah pengalih funsian Bandara Halim Perdanakusuma yang sebelumnya diduduki oleh TNI AU dijadi bandara komersial. Kalau ditinjau dari segi strategis bandara Halim merupakan pangkalan udara yang sangat strategis untuk TNI AU. Bandara Halim Perdanakusuma terdapat skadron angkut VIP dan sering dijadikan markas jet tempur untuk pesawat yang menjalankan tugas pengawalan ibu kota. Tentunya dengan perubahan fungsi  tersebut tugas TNI AU juga tergangu.

problematika yang ketiga adalah persoalan hak menjadi Panglima TNI militer Indonesia. Dalam sejarah militer Indonesia, baru sekali  perwakilan dari Marsekal TNI AU menjabat sebagai Panglima TNI dalam jajaran militer Indonesia. Perwakilan TNI AU tersebut adalah Marsekal Djoko Suyanto. Setaleh itu TNI AU tidak pernah lagi menjabat sebagai panglima dan dipegang oleh TNI AD.  Begitu juga TNI AL hanya dua kali mendapat jatah untuk menjadi Panglima TNI.
"Paskhasau di Airport CGK diganti Marinir. Halim untuk penerbangan komersial. Panglima TNI belum tentu AU. Negeri ini memang tidak butuh Angkatan Udara. Bubar saja," tulis Chappy Hakim lewat akun twitternya, Kamis (5/6) malam.
"Puluhan tahun keberadaan AU tidak dihargai sama sekali di negeri ini. Mungkin memang lebih baik dibubarkan saja daripada terjadi degradasi moral anggotanya," kicau sang Marsekal.
Status dari Chappy Hakim menjadi pembicaraan yang membuat heboh sosial media dan forum militer yang ada di Indonesia. Beragam tanggapan pun muncul dari masyarakat di Facebook:
Benhur Silalahi " Klo uda mantan diam lebih baik. Knp waktu masih aktif ga koar".....!!!!!!? Jangan coba" membuat perpecahan di tubuh TNI."
 Mardy Sumardy" pro vokatif"
Ahmad Faqih Sofyan "Hhh biasalaah...diakan mntan pnerbang he..scra lngsung at tdk y gitudeeh mnta dihargai..lgian emng ad bnernya kok bergilir biar adil..walau...presd punya hal pilhan khusus dlm hal ini...tp klo brgilir mungkin itu biar mnghindari kcemburuan institusi ditubuh 3 matra tsb"
Banyak tanggapan lainnya yang beragam yang paling penting adalah bagaimana kesatuan di tubuh TNI tidak pecah.
iklan