Militer China Bisa Blokade India Hanya Dengan 10 kapal selam

Militer China Bisa Blokade India Hanya Dengan 10 kapal selam  - Berita Militer - Militer China mampu untuk memblokir pantai barat dan timur India hanya 10 dengan kapal selam miliknya, jika terjadi konflik di Samudera Hindia, seperti yang ditulis oleh situs jaringan Militer Sina pada tanggal 2 Juni.
Dalam artikelnya bahwa serangan tunggal kapal selam China yang dikerahkan ke Teluk Benggala atau Laut Arab bisa mengancam seluruh operasi Angkatan Laut India. Bahkan bisa mengatasi kapal induk milik India INS Vikramaditya, Kapal Induk bekas Rusia telah bergabung dengan India pada tahun 2013. Ini merupakan sebab utama mengapa India memutuskan untuk membangun dua kapal induk tambahan dengan bantuan dari Amerika Serikat.


Angkatan Laut India juga menambah armada kapal selam, Jaringan Militer Sina menyimpulkan bahwa tiga tipe 091 kelas-Han PLA, empat tipe 093 kelas Shang dan dua Jenis 095 kapal selam memang tidak cukup untuk blokade semua benua. Namun, menurut situs itu China hanya butuh sekitar 10 kapal selam untuk  memblokir perairan selatan negara itu yang lebih dekat ke pantai Afrika.
Militer China Bisa Blokade India Hanya Dengan 10 kapal selam
China Submarine
China Memiliki lebih dari 70 kapal selam militer yang dapat digunakan untuk melakukan serangan terhadap negara tetanga dan negara yang berkonflik dengannya. Kemampuan China inilah membuat India terus meningkatkan kemampuan dari militernya. Kerjasama Militer China dan Pakistan juga mengancam stabilitas daerah itu. Pakistan merupakan tetangga dekat dengan India, namun mereka sering berkonflik.
Militer China Bisa Blokade India Hanya Dengan 10 kapal selam
India Submarine
India akan menghadapi banyak lawan jika memulai perang dengan China. Selain harus menghadapi China, militer India juga harus menghadapi Militer Pakistan. Kerjasama Milter India dengan militer Amerika dalam hal pembangunan Kapal induk dan mesin pesawat baru diharapkan akan menjadikan militer India lebih kuat dari kedua negara tersebut. India terus meningkatkan belanja militernya untuk menutupi kekurang kebutuhan militer dan untuk menggantikan peralatanmiliter yang telah usang.

iklan