Mengintip Beratnya Latihan Pasukan Elit Komando Operasi Khusus Gabungan TNI

Mengintip Beratnya Latihan Pasukan Elit Komando Operasi Khusus Gabungan TNI - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membentuk pasukan elit TNI baru yang diberi nama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI. Untuk Alwalnya Pasukan paling elit baru militer Indonesia ini akan berjumlah 90 personel.

Pasukan elit gabungan dari berbagai pasukan khusus yang ada di tubuh militer Indonesia ini akan dikendalikan langsung Panglima TNI. Dengan Kemampuan selama ini dimiliki oleh pasukan elit yang sudah ada, maka terbentuk nya pasukan Koopssusgab akan memliki Efek Gentar.


Setiap satuan dari pasukan khusus yang ada di tubuh TNI memiliki Komandan satuan masing-masing. Namun, Hal ini akan sangat berbeda jika ketiga komandan tersebut bergabung untuk melatih Koopssusgab. Mereka akan meracik menu latihan-latihan yang lebih baik lagi, untuk menjadikan pasukan elit ini lebih baik dari pasukan elit yang sudah ada. Untuk itu pembinaan Koopssugab akan dipimpin oleh tiga komandan satuan elit TNI. Untuk awalnya kendali tongkat komando Koopssugab di pegang oleh pembinaan Danjen Kopassus.

Personel pasukan elit Koopssugab akan direkrut dari pasukan elit masing-masing matra Militer Indonesia. Satuan
  1. Gultor-81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.
  2. Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Marinir TNI Angkatan Laut.
  3. Satuan Bravo-90 Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara.
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak untuk mengoptimalkan peran angkatan perangnya untuk menjaga stabilitas nasional. Untuk mengatasi tantangan dan ancaman dari internal serta eksternal yang semakin tinggi, maka langkah pembentukan dari pasukan elit ini dianggap Penting.

Kemampuan pasukan khusus gabungan ini diharapkan dapat dikembangkan seiring dengan peningkatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) maka akan jadi satu kesatuan operasi yang sifatnya gabungan akan dahsyat.

Ketiga pasukan elit ini memiliki menu latihan yang sangat ekstrim dan sangat menguras tenaga juga kemapuan otak si personel. Menu latihan dari masing-masing satuan khusus ini telah di racik dengan berbagai pertimbangan aspek, yang bertujuan untuk mendapatkan pasukan yang profesional dan memiliki kemampuan diatas pasukan rata.
Baca :
  1. Latihan ‘Hellweek’ Kopaska TNI AL Bikin Dunia Merinding
  2. Kopaska Mengajarkan Navy Seals Buat Jebakan Dari Akar Pohon
  3. Aksi Mematikan Pasukan Khusus YonTaifib Menghabisi Musuh
Berikut menu latihan dari 3 pasukan elit militer Indonesia :

1. Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror)
Satuan 81/Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor ) yaitu satuan dari Kopassus yang merupakan Prajurit pilihan dari seluruh Prajurit TNI. Pasukan ini bermarkas di wiliyah Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan yang dimiliki oleh satuan ini tidak ekspos ke publik mengenai jumlah personel karen semuanya bersifat rahasia.
Latihan Satuan 81
  • Tahapan pertama adalah pendidikan Tahap Basis, yaitu pemusatan pelatihan dimana akan dilatih keterampilan dasar seperti menembak, teknik dan taktik tempur, operasi raid, perebutan cepat, serangan unit komando, navigasi darat dan berbagai keterampilan lain.
  • Tahapan Kedua : Pelatihan Survival para calon pasukan elit komando harus mampu bertahan hidup di hutan dengan menu makanan alami yang tersedia di hutan.
  • Tahap ketiga yaitu kamp tawanan calon pasukan khusus diibaratkan tertangkap oleh pihak musuh yang peragakan oleh para pelatih.
2. Detasemen Bravo 90
Satuan Bravo 90 (Satbravo-90) merupakan satuan dari Korps Pasukan Khas yang dipimpin langsung di bawah Dankorpaskhas. Pasukan elit Bravo 90 Paskhas memiliki misi untu operasi intelijen, melakukan pelumpuhan alutsista/instalasi dari musuh dalam mendukung operasi seranga udara dan mengantisipasi teror bajak udara dan operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.
Tahap Pendidikan Bravo-90
Pendidikan dari personel Bravo berlangsung selama 6 bulan. Tempat pelaksanaan nya di Pusdiklat Paskhas khususnya Satuan Pendidikan Khussus. Personel dari pasukan elit ini diseleksi dari peserta didik terbaik dari peringkat 1-40 lulusan Sekolah Komando Paskhas serta personel aktif di Batalyon Komando/Wing.
  • Semua Anggot akan diseleksi ketat mulai dari test IQ, kesemaptaan, keahlian spesialisasi militer yang dibutuhkan, serta kesehatan.
  • Latihan menggunakan Peluru tajam digunakan dalam latihan tahap akhir. Semua latihan akan menghasilkan personel yang meiliki perhitungan, cermat, cepat, sekaligus tepat dalam bertindak.
3. Detasemen Jala Mengkara
Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) meruapakan sebuah detasemen pasukan khusus elit TNI Angkatan Laut. Denjaka satuan gabungan yang terdiri dari personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.
Pendidikan yang dilakukan
  • Setiap prajurit Denjaka di didik kursus penanggulangan antiteror aspek laut yang yang memiliki materi pendidikan:
  1. Intelijen,
  2. Taktik dan teknik anti-teror, dan anti-sabotase,
  3. Dasar-dasar spesialisasi,
  4. Komando kelautan dan keparaan lanjutan dll
Banyak menu latihan yang dapat dipaparkan disini karena setiap menu latihan dari setiap satuan berbeda-beda dan memiliki kerahasiaan tinggi.
iklan