Senjata Buatan Indonesia Diminati Oleh Militer Internasional

Venezuela mempertimbangkan tawaran untuk membeli produk-produk perlengkapan militer Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan Venezuela akan tinjau pabrik-pabrik perlengkapan militer di Indonesia suatu saat.


Demikian ungkap Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas, Venezuela. dalam siaran tertulis yang dikirim ke VIVA.co.id Rabu malam waktu setempat. Peluang kerjasama itu merupakan hasil dari pertemuan Duta Besar RI Prianti Gagarin Djatmiko Singgih dengan Wakil Menteri Pertahanan bidang Pendidikan Venezuela, Mayjen Luis Epifanio Medina Fernandez.

Menurut M. Siradj Parwito, pejabat Politik KBRI Caracas, pertemuan itu berlangsung pada 21 Mei lalu. Dubes Prianti didampingi oleh Atase Pertahanan dari KBRI Brasilia, Kolonel I Wayan Sulaba dan sejumlah staf KBRI Caracas. 


Dubes RI kembali menawarkan produk-produk PT Sritex, PT. Pindad, PT. PAL dan PT Dirgantara Indonesia bila Venezuela ingin memodernisasi peralatan militernya dan tertarik dengan produk-produk militer Indonesia.

"Berbagai produk tekstil yang diproduksi oleh PT Sritex telah digunakan oleh 50 negara, termasuk anggota NATO, ASEAN, dan lain-lain. RI menawarkan sekiranya Venezuela tertarik untuk menggunakan produksi PT Sritex tersebut untuk seragam tentara Venezuela," kata Dubes RI.

Sedangkan Atase Pertahan dari KBRI Brasilia menyampaikan penawaran berbagai jenis senapan serbu buatan PT Pindad, kapal-kapal untuk patroli maritim produksi PT PAL dan pesawat intai serta transportasi karya PT DI.

"Senapan serbu SS-1 selama empat tahun berturut-turut membawa tim Indonesia meraih juara utama kompetisi menembak negara-negara di Asia Pasifik," kata Kolonel Sulaba.

Menanggapi tawaran tersebut, pihak Venezuela menyatakan akan mempelajarinya terlebih dahulu dan sekiranya berminat akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Wamenhan Fernandez mengungkapkan akan mengkonsultasikan tawaran RI itu dengan Menteri Pertahanan bersama Wamenhan bidang Perencanaan dan Wamenhan Pengembangan Logistik.

"Hal ini tidak menutup kemungkinan suatu saat Kemhan Venezuela mengirimkan delegasi untuk meninjau pabrik-pabrik PT Pindad, PT PAL dan PT DI tersebut," kata Fernandez.

Jadi tidaknya Venezuela membeli produk-produk militer Indonesia patut ditunggu. Namun, Fernandez memastikan pertemuan ini menjadi pembuka jalan untuk mengidentifikasikan bidang-bidang yang dapat dikerjasamakan antara militer kedua negara.

Parwito mengungkapkan, pihak Venezuela sangat mengagumi produk-produk militer Indonesia dan tidak menyangka bahwa Indonesia patut disejajarkan dengan negara-negara produsen militer lainnya. VIVA.co.id
iklan