Kapal Induk Indonesia 2 : Pesawat Tempur Ini Cocok Buat Indonesia


Pesawat tempur kapal induk termasuk pesawat yang langka. AS adalah negara dengan kekuatan pesawat kapal induk terbesar, hal ini tidak terlepas dari jumlah kapal induknya yang mencapai puluhan.  
Indonesia adalah negara besar dan dikelilingi oleh Laut yang sangat luas. Untuk menjaga kawasannya yang sangat luas itu maka salah satu cara adalah dengan memiliki Kapal Induk versi Indonesia, untuk melengkapi kapal induk tersebut Militer Indonesia bisa  memiliki  pesawat tempur yang cocok dengan kapal tersebut.

Berikut ini Beberapa pesawat tempur yang mungkin cocok untuk Kapal Induk Indonesia :

1. Sukhoi Su-33
Su-33
Su-33 onboard pada kapal induk Admiral Kuznetsov Rusia. Gambar: Kremlin.ru
Pesawat yang ditujukan untuk dioperasikan di kapal induk ini adalah turunan dari Su-27 Flanker dengan nama awal sebagai Su-27K. Kemudian pada bulan Agustus 1998 namanya diubah menjadi Su-33 bersamaan dengan dimulainya operasinya di kapal induk Rusia satu-satunya Admiral Kuznetsov. Su-33 dianggap kurang fleksibel dan pilihan senjatanya terbatas akhirnya hanya 24 unit Su-33 yang diproduksi (selain karena kondisi keuangan Rusia yang belum pulih pasca runtuhnya Uni Soviet). Akhirnya pada tahun 2009, Rusia mengganti Su-33 dengan MiG-29K.
  1. Sukhoi Su-33
    Sukhoi Su-33 adalah pesawat tempur angkatan laut yang dikembangkan oleh Sukhoi pada tahun 1982 untuk dipakai di atas kapal induk. Pesawat ini merupakan pengembangan dari Su-27, dan sebelumnya diberi nama Su-27K. 
  2. Kecepatan jelajah: 1.400 km/h
  3. Kecepatan maks.: 2.300 km/h
  4. Berat: 18.400 kg
  5. Panjang: 22 m
  6. Biaya per unit: 55.000.000–55.000.000 USD (2013)
  7. Tipe mesin: Saturn AL-31


2. Shenyang J-15
Shenyang J-15
J-15 lepas landas dari kapal induk China Liaoning
Meski belum matang, Angkatan Laut China mengklaim varian Flanker khusus angkatan laut ini memiliki mesin yang tangguh. Memanfaatkan senjata dan sensor buatan dalam negeri, J-15 dianggap sebagai salah satu pesawat tempur kapal induk canggih, yang sangat bermanuver dan memiliki jangkauan jauh. Dalam beberapa segi, analis menilai J-15 memiliki beberapa keunggulan yang signifikan ketimbang keluarga Hornet, terutama untuk performanya di ketinggian tinggi.
  1. Shenyang J-15
    Shenyang J-15, juga dikenal sebagai Flying Shark, adalah sebuah pesawat tempur carrier-based yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation dan Institut 601 sebagai pesawat tempur carrier-based masa depan Angkatan Bersejata China.
  2. Kecepatan maks.: 2.551 km/h
  3. Berat: 17.500 kg
  4. Panjang: 22 m
  5. Jarak tempuh: 3.500 km


3. McDonnell Douglas F/A-18C/D Hornet
F/A-18C Hornet
Sebuah F/A-18C Hornet meluncur dari dek penerbangan kapal induk USS Kitty Hawk, 17 Agustus 2005. Gambar: US Navy
Pesawat ini sudah berada di senja karirnya. Ketika pertama kali lahir pada tahun 1983, ini adalah pesawat yang sangat canggih dan menjadi pioner fitur-fitur yang kemudian menjadi fitur keharusan bagi pesawat modern saat ini, khususnya pada desain kokpit dan radar multimode. Angkatan Laut dan Korps Marinir AS akan menggantikan F/A-18 Hornet dengan F-35.

  1. F/A-18 Hornet 
    F/A-18 Hornet buatan McDonnell Douglas adalah pesawat tempur supersonik serbaguna yang dapat dioperasikan dari dan ke kapal induk di segala cuaca, dirancang untuk dapat bertempur di udara dan menyerang sasaran di darat. 
  2. Kecepatan maks.: 1.915 km/h
  3. Panjang: 17 m
  4. Penerbangan perdana: 18 November 1978
  5. Diperkenalkan: 7 Januari 1983
  6. Biaya per unit: 29.000.000–57.000.000 USD (2006)
  7. Tipe mesin: General Electric F404
  Militer Garuda
iklan