Pesawat Canggih Su-34 Bombers Dan Kekuatan Maritim Indonesia


Pesawat Canggih Su-34 Bombers Dan Kekuatan Maritim Indonesia


Military News - Angkatan Udara Rusia Menerima Pesawat Canggih Su-34 Bombers - Akhir Tahun 2014 ini pesawat Su-34 Bombers diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia. Sebelumnya pada 2012, Kementerian Pertahanan Rusia melakukan penandatangan kontrak untuk pembelian 92 unit pesawat penerus Fencer, yakni Sukhoi Su-34 Fullback.

Penandatanganan  pembelian pesawat Canggih Su-34 Bombers merupakan kontrak pembelian pesawat terbesar oleh Militer Rusia ini yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertahanan Anatoly Serdyukov dan Direktur Jenderal Sukhoi Igor Ozar. Pada awalnya Militer Rusia baru melakukan pemesanan untuk 32 unit Su-34,  kontrak baru ini, Rusia akan menggunakan sedikitnya 124 unit pesawat tempur-pengebom "generasi 4+" tersebut. Pembelian pesawat baru Su-34 Bombers menjadi bagian dari program pembelian 1.500 pesawat baru bagi Angkatan Udara Rusia sampai 2020.
 
Pesawat Canggih Su-34 Bombers Dan Kekuatan Maritim Indonesia
Pesawat Canggih Su-34 Bombers Dan Kekuatan Maritim Indonesia

Pesawat Su-34 Bombers ini menggunakan kursi ganda dengan konfigurasi berdampingan dan direncanakan sebagai pesawat tempur maritim, memiliki daya jangkau tanpa mengisi bahan bakar kembali (re-fuelling) mencapai 4.000 km dan jika mengisi 3 kali bahan bakar maka akan mampu terbang hingga 14.000 km, Pesawat Su-34 Bombers merupakan pesawat yang sangat cocok untuk digunakan sebagai pesawat tempur maupun patroli maritim yang membutuhkan daya jelajah yang cukup luas. Pesawat Su-34 Bombers dapat menyerang target dalam berbagai kondisi cuaca, siang atau malam.

Salah satu teknologi unik dan modern yang dibenamkan di pesawat Su-34 Fullback/Platypus (Su-34 Bombers) merupakan pengutamaan kenyamanan bagi para pilot, seperti pemakaian pressurization dengan air conditioning system di ruang kokpit dan juga memiliki ruangan guna beristirahat di belakang kursi pilot. Selain itu pesawat Su-34 Fullback/Platypus (Su-34 Bombers) juga terdapat kursi pemijat type K-36 bagi kedua pilotnya. Hal ini dikarenakan daya jelajahnya yang cukup jauh.

pesawat Su-34 Fullback/Platypus (Su-34 Bombers) memiliki kecepatan maksimum hingga 1900 km / jam dan muatan hingga 8 ton. Su-34 memiliki sistem senjata baru dan sistem pengisian bahan bakar udara.

Pesawat Su-34 memiliki hidung pesawat yang diperlebar, terdapat didalamnya radar terrain-following serta sistem terrain-avoidance yang digunakan dalam penerbangan untuk ketinggian rendah. Bentuk hidung dari Pesawat Su-34 diubah menjadi datar dan tajam seperti milik pesawat SR71 Blackbird AS guna mengurangi cross-section pada radar pesawat. Hal ini Seperti yang digunakan oleh Su-27, Su-37 yang juga memiliki radar menghadap ke belakang, terletak di antara mesin untuk melacak target yang berada di belakang pesawat. Pengembangan dari Su-27 menjadi Su-34 termasuk pemakaian sistem avionik canggih, penambahan canard seperti pada Su-33, manuverabilitas yang lebih baik, jarak yang lebih jauh, dan peningkatan performa penerbangan ketinggian-rendah. 

Kekuatan Maritim Indonesia

Dipemerintahan dibawah presiden Jokowi sering diberitakan akan pembangunan kekuatan maritim yang lebih kuat. Beliau ingin Indonesia menjadi salah satu poros kekuatan maritim dunia. Jokowi berencana untuk meningkatkan anggaran militer Indonesia tiga kali lipat. Di masa SBY anggarang militer Indonesia sebesar 150 triliun jika 3 kali lipat dinaikan maka akan menjadi 450 triliun. Artinya Militer Indonesia dapat menggunakan anggara belanja tersebut untuk membeli alutsista baru. 

Tidak menutup kemungkinan pemerintah jokowi akan membeli Su-34 Fullback/Platypus (Su-34 Bombers) karena pesawat tempur ini merupakan pesawat tempur maritim. Mengingat kemesraan Indonesia dengan Rusia sudah terjalin dengan baik maka hal ini tidak akan mustahil terjadi. Harga satuan dari pesawat ini adalah S$36 juta dengan segudang teknologi canggih yang dibenamkan di pesawat ini harga sebesar itu sangat lah wajar.


iklan