Kapal Perang Buatan Indonesia Asal Banyuwangi Di Borong Oleh Bangladesh

Pemerintah Bangladesh sebagai Negara dengan mayoritas Muslim melakukan pemesanan 18 unit kapal patroli jenis X12 High Speed Buatan Indonesia melalui PT Lundin Industry Invest yang pabriknya berlokasi di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.

Penandatanganan kesepakatan proyek itu dilaksanakan oleh Komodor Yahya Syed sebagai Wakil Direktur Jenderal Bangladesh dan daru Indonesia ditandatangani langsung oleh pemilik PT Lundin, John Ivar Alan Lundin, di kawasan Banyuwangi, bulan Oktober yang lalu. "Nilai kontraknya sebesar Rp 75 miliar," tutur Lizza sebagai Direktur PT Lundin.
Kapal Perang Buatan Indonesia Asal Banyuwangi Di Borong Oleh Bangladesh
Kapal Perang Buatan Indonesia Asal Banyuwangi Di Borong Oleh Bangladesh
Kapal patroli X12 High Speed menurut Lizza menjelaskan kapal buatan Indonesia tersebut merupakan produk baru yang dikerjakan oleh PT Lundin. Kapal patroli X12 High Speed menggunakan bahan karbon komposit dan memiliki panjang 11,7 meter dengan kecepatan 35 knots. Kapal patroli X12 High Speed akan dikerjakan oleh PT Lundin dalam setahun ke depan.

Perkenalan PT Lundin dengan Bangladesh bermula pada pameran kapal perang yang berlangsung di berbagai kota sejak dua tahun lalu. Bangladesh mengadakan lelang yang diikuti oleh 17 negara dan juga diikuti oleh PT Lundin. Tanpa diduga ternyata PT Lundin menang

PT Lundin adalah perusahaan pembuat kapal militer yang berasal dari Banyuwangi. Perusahan berdiri berdiri pada tahun 2001. PT Lundin kini menjadi salah satu andalan nasional karena mampu menciptakan berbagai kapal perang canggih dengan level kelas dunia. Ini dibuktikan dengan adanya Produk PT Lundin yang sudah dipesan TNI AL dan Negara Amerika, Asia, Eropa, dan, Timur Tengah.

PT Lundin mulai tenar setalah menghasil karya besarnya yaitu kapal cepat rudal berlunas tiga (trimaran) KRI Klewang dengan biaya Rp 114 yang diklaim pertama di dunia dengan mengaplikasikan bahan komposit karbon sehingga tidak mampu terdeteksi radar dengan kata lain disebut kapal siluman. Namun kapal ini mengalami insiden yang mengakibatkan kapal terbakar ludes sebelum diserahkan ke TNI AL.

Yahya Syed menuturkan Kepada wartawan bahwa Bangladesh sejak tahun1995 mulai memperkuat perairan negaranya. Kapal dengan jenis X12 High Speed mampu diproduksi oleh Eropa, namun Bangladesh memutuskan bekerja sama dengan Negara Indonesia. Syed mengatakan bahwa Bangladesh berkerja sama denga Negara Indonesia jumlah muslim juga besar.

Syed menambahkan bahwa Kapal patroli X12 High Speed tersebut, akan dipersenjatai senjata dengan amunisi berukuran 20-40 milimeter.
iklan