Drone Hebat Buatan Indonesia akan dirilis (Ini Dia Spesifikasinya)

 Drone Hebat Buatan Indonesia

Tiga unit nirawak atau tanpa awak atau disebut drone yang diteliti oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kini dalam produksi oleh PT Dirgantara Indonesia. Diperkirakan, tiga unit drone itu akan dirilis akhir tahun ini.
Joko Purwono selaku Kepala Program Utama Puna BPPT mengatakan. “Sekarang masih dalam tahap produksi di PTDI, dan direncankan dalam waktu dekat sudah selesai," kata Joko di ujung telepon.


jpg
Wulung UAV: Pesawat Tanpa Awak Buatan Indonesia



Ketiga drone yang dalam proses pembuatan tersebut direncanakan untuk tujuan pengawasan daerah perbatasan negara Indonesia. Dengan kemampuan operasi yang dimiliki hingga enam jam, drone ini mampu terbang diudara dengan ketinggian 10 hingga 12 ribu meter.

Hingga kini belum dipastikan tempat lokasi pengoperasian tiga unit drone ini. Tapi, diperkirakan Kalimantan akan lebih dulu menggunakan ini mengingat pihak terkait dinilai lebih siap.
Kepala Program Utama Puna BPPT memaparkan bahwa, produksi Wulung juga sekaligus membuktikan kesiapan lembaga penelitian untuk mendukung rencana presiden terpilih Jokowi dalam menggunaan drone guna pengawasan wilayah nusantara.

jpg
Pak SPY meninjau Wulung UAV




Dia optimistis, Wulung mumpuni. “Kita harus bisa buktikan bahwa Wulung bisa memberikan manfaat,” tutur Joko. Bila dapat berjalan dengan baik,direncanakan dua unit drone akan diproduksi lagi.

Wulung sudah mengalami beberapa pengembangan dari prototype jenis ini. Seperti, Pesawat tanpa awak Wulung sudah menggunakan noice reduction untuk mengatasi masalah kebisingan yang sebelumnya dikeluhkan.

Drone Buatan Indonesia ini, sebelumnya telah dites terbang pada 11 Oktober 2012. Drone Buatan Indonesia ini dinyatakan mampu terbang dengan jelajah maksimum 73,4 kilometer. Bahkan Drone Indonesia ini akan dilengkapi dengan kamera mumpuni seharga Rp 1 miliar. 


Spesifikasi dan Kehebatan Drone Buata Indonesia (Pesawat Tanpa Awak Indonesia)

Pesawat tanpa awak atau drone , mulai banyak digunakan di berbagai negara untuk kepentingan pertahanan dan keamanan dalam menjaga negaranya. Teknologi pesawat nirawak atau drone terus berkembanga dan memiliki berbagai jenis. Drone adalah salah satu teknologi yang akan ramai berkembang di masa depan.

Indonesia tak mau ketinggalan melalui Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) dan PT Dirgantara Indonesia, bersama PT LEN Industri, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menandatangani kerja sama pengembangan dan penerapan teknologi dirgantara untuk menciptakan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) BPPT01A-200-PA7 Wulung, atau PUNA Wulung.

Menurut planningnya Drone buatan Indonesi PUNA Wulung akan dimamfaatkan untuk keperluan militer dalam bentuk pengawasan, seperti illegal fishing, illegal logging, dan aktivitas ilegal di perbatasan.


jpg
PUNA Wulung



"Kemhan sangat tertarik dengan PUNA Wulung sejak diuji coba pada Oktober tahun 2012. Kami akan menggunakan PUNA Wulung untuk misi pengawasan," kata Marzan
Kepala BPPT.

Pada saat ini, sistem teknologi yang diterapkan pada PUNA Wulung hanya dimamfaatkan untuk melakukan misi pengawasan. "Tapi, ke depannya bisa sama PUNA Wulung akan digunakan untuk misi penyusup dan pengebom," kata Darlis Pangaribuan, Direktur Teknik Industri Pertahanan Kemhan.
Direktur Teknik Industri Pertahanan  juga menyampaikan bahwa, teknologi pada PUNA Wulung akan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan misi yang akan dilaksanakan.

"Kemhan sudah memesan PUNA Wulung untuk satu skuadron, tapi jumlahnya masih belum pasti, apakah 12, 16, atau 24 unit. Tahun ini, diproduksi sebanyak tiga unit dulu," ujar Darlis.



jpg
PUNA Wulung


Berikut spesifikasi teknis PUNA BPPT01A-200-PA7 Wulung:


Tipe      Low Boom, High Wing, T-tail
Bentang sayap
6,34 meter
Berat kosong/struktur
60 kg (max)
Berat Muatan
25 kg (max)
Berat lepas landas
130 kg (max)
Kecepatan jelajah
55 knot (min)
Ketahan terbang
4 jam (max)
Jarak jelajah
200 km (max)
Ketinggian terbang
12.000 feet (max)
Jarak lepas landas
300 meter
Pendaratan
Darat
Sistem propulsi
Mesin bensinn 2 tak, max 22 HP
Muatan
Kamera video/kamera digital
Sistem kendali
Manual/autopilot/auto navigation

sumber : VIVAnews dan KOMPAS.com
iklan